Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘CANG PANAH’ Kategori

Elang

CANG PANAH
Haba Miftah H. Yusufpati
SBY dan Obama memenangkan pemilu dengan menawarkan perubahan. Gus Aris bilang, Obama yang pernah tinggal di Indonesia itu meniru isu kampanye yang diusul SBY “bersama kita bisa’ menjadi ‘yes, we can’. Selanjutnya, Obama juga mengusung perubahan, sama persis dengan SBY.
Nah, itu bisa-bisanya Gus Aris, untuk mencari-cari persamaan isu kampanye SBY dan [...]

Untuk mentranslate bahasa

Kampanye

Haba Miftah H. Yusufpati
Para pendukung SBY memang benar-benar ‘menjual’ peristiwa dijadikannya Aulia Pohan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Peristiwa ini benar-benar menjadi bahan kampanye yang efektif dari gang ke gang bahkan di forum majelis taklim sampai masjid-masjid, setidaknya di Jakarta dan Bekasi.
Tak terkeculi seorang khatib di sebuah masjid dekat rumah saya. Dengan bahasa [...]

Untuk mentranslate bahasa

Politisi

CANG PANAH
Haba Miftah H. Yusufpati
Aulia Pohan, besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu akhirnya ditetapkan juga sebagai tersangka korupsi dalam kasus penjarahan duit Bank Indonesia (BI). Bejo, pria asal Pacitan berkomentar dengan matap: “SBY membaca hadist Nabi!”
Kami yang tengah ngopi sebuah restoran di Jl. Cik Ditiro, Jakarta, terperanjat. “Dia muslim…” kata saya.
“Ya. Besannya saja jadi [...]

Untuk mentranslate bahasa

Matematika

Haba Miftah H. Yusufpati
Mestinya harga BBM turun, karena harga minyak dunia sudah turun tajam. Logikanya begitu. Karena saat pemerintah dulu menaikkan harga BBM alasannya harga minyak dunia naik. Kini sudah turun, mestinya, kan, turun lagi.
Begitu tema diskusi kami di warung kopi, sebelah kantor. Tapi pemerintah toh tak menurunkan harga BBM, kecuali Premiun Rp500/liter, itupun pada [...]

Untuk mentranslate bahasa

Syariat Islam

Haba Miftah H. Yusufpati
Saya tiba-tiba teringat Tengku Mansur. Sejak beliau menikahi ustadzah Hj. Irine Handono, dua tahu lalu, saya mulai jarang berjumpa beliau. Mungkin sibuk. Beliau tinggal di pusat kota Bekasi, hanya enam kilometer dari rumah saya. Hanya saja, saya sungkan bermain ke sana. Banyaklah alasannya.
Suatu ketika, beliau meyampaikan kegundahan pada saya tentang penerapan syariat [...]

Untuk mentranslate bahasa

REPUBLIK NUSANTARA

Miftah H. Yusufpati
Agak tergelitik juga pikiran saya, ketika berdiskusi dengan aktor laga, Ray Sahetapy. Bagaimana tidak, budayawan ini tiba-tiba menyodorkan tema berat; menggungat nama Indonesia. “Negeri ini lebih tepat bernama Republik Nusantara ketimbang Republik Indonesia,” katanya dengan mimik serius.
Mengapa mantan suami Dewi Yul ini tiba-tiba agak gendeng seperti itu? Rupanya, seniman yang pingin nyebrang menjadi [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tipu

CANG PANAH
Haba Miftah H. Yusufpati
Kita ini memang gampang ditipu. Soal ini tak mengenal strata kelas. Dari kelas teri sampai kelas kakap, dari rakyat jelata sampai presiden. Tapi, yang pasti, selalu saja rakyat paling sering kena tipu.
Saat saya meninggalkan Tanah Rencong, isu paling berkecamuk adalah isu handphone merah, yang konon sinyal pengiriman santet. Orang ramai-rame melahap [...]

Untuk mentranslate bahasa

Julukan

CANG PANAH
Haba Miftah H. Yusufpati
Kebanyakan orang tetap saja tersinggung bila kenyataan pada fisiknya yang dianggap kurang, dieksploitasi dengan cara dilekatkan pada namanya, sebagai julukan. Dulu, lantaran banyak orang sulit menyebut nama saya, maka sering diplesetkan menjadi Michel. Nama itu dipopulerkan oleh Yusuf Hamka, tokoh muslim Tionghoa, yang menurut saya memang rada iseng. Sejak itu, teman-teman [...]

Untuk mentranslate bahasa

Batik

CANG PANAH
Haba Miftah H. Yusufpati
Hari itu, istri dana anak-anak pulang dari department store. Biasa, shopping sekalian rekreasi. Dugaanku, dia bakal membawa oleh-oleh. Benar saja. Selain donald, istriku membelikan baju batik.
“Weleh, batik lagi.”
Tentu saja, itu kata bathin saya. Tak enak rasanya, bilang terus terang kalau saya kurang sreg dengan oleh-olehnya itu. Maka dengan wajah sumringah (dibuat-buat) [...]

Untuk mentranslate bahasa

Berteriak

CANG PANAH
Haba Miftah H. Yusufpati
Bosan rasanya, setiap hari mendengar ada demo. Orang berteriak. Mengumpat dan memaki. Membaca koran tentang demo saban hari, telinga rasanya pengeng. Persoalan tetap itu-itu saja.
Bang Zul memang bukan korban tsunami, paling tidak rumahnya tidak sampai hancur, sehingga wajar ia mulai gemas dengan demo berhari-hari tanpa henti. “Wajah Aceh, belakangan ini seperti [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan yang Lebih Tua »