January 29, 2008 — berau

Duka cita atas meninggalnya mantan presiden ke-2 Indonesia HM Soeharto turut dirasakan di sejumlah daerah. Seperti halnya di Berau, sebagai penghormatan terakhir, Bupati Makmur HAPK MM memimpin upacara gabungan dengan mengibarkan bendera setengah tiang, dihadiri pejabat berbagai instansi. “Selamat jalan bapak pembangunan, yang membawa negeri ini menuju kemerdekaan,” ujar bupati dalam pidatonya kemarin. Pada apel pagi yang berlangsung khidmat itu, pemkab “menghadiahi” mendiang presiden RI itu tiga kali pembacaan surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan doa selamat yang dipimpin staf pemkab.

Menurut Bupati Makmur, meninggalnya Soeharto tentu saja meninggalkan duka yang cukup dalam bagi negara ini. Ia juga meminta masyarakat tidak hanya mengingat Soeharto dari sisi negatifnya, namun jasa-jasanya membela tanah air menuju kemerdekaan pun patut dihargai dan dikenang.

Bagi Berau, Soeharto yang meninggal Minggu (27/01) pada pukul 13.10 WIB itu juga meninggalkan kenang-kenangan bagi daerah ini dalam berbagai pembangunan yang berskala besar. Terutama pabrik kertas milik PT Kertas Nusantara yang dulunya bernama PT Kiani Kertas. Pabrik ini milik sahabat Soeharto, Bob Hasan. Usai peresmian pabrik ini 11 tahun lalu, Soeharto sekaligus mengunjungi pulau wisata Derawan untuk melampiaskan hobinya memancing. Di pulau dengan perairan indah ini, Soeharto memperoleh hasil pancingan sejumlah ikan kakap merah.

Makmur mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada mantan presiden RI ke-2 itu. “Semoga amal dan ibadahnya diterima di sisi Allah SWT,”sebutnya.