Archive for Mei, 2008

Dua Warga Mengaku Korban Santet Dirawat di RSUZA

*Teror SMS Setan Masuk ke HP Abu Paloh Gadeng

FERAWATI, 19, warga Desa Jangka Keutapang, Kecamatan Jangka, Bireuen kini tergeletak di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA). Sebelumnya, ia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Fauziah Bireuen karena terserang penyakit aneh setelah menerima panggilan di handphone (Hp)-nya.. “Ia menjadi korban telepon santet,” kata pamannya, Helmi.

Malam itu, Kamis pukul 20.00 WIB. Ferawati sedang duduk berbincang-bincang bersama temannya di rumah tetangga yang baru usai pesta perkawinan. Karena handphone (Hp) miliknya yang lagi dicas berdering, menunjukkan ada nada panggil yang masuk. Ferawati pun masuk ke dalam rumah bermaksud menerima panggilan itu. Tanpa curiga, ia mengangkatnya. “Mungkin karena kelupaan, Ferawati sempat berkata halo, tetapi penelepon tidak berbicara, lalu ia kembali bergabung dengan teman-temannya sembari mengeluh demam, seusai menerima telepon misterius itu,” ujar Ramli.

Beberapa detik kemudian, gadis itu terjatuh dan tidak bisa bicara. Mukanya kelihatan memerah. Ia mengerang kesakitan.

Melihat kondisi demikian, gadis ini segera dilarikan ke RSU dr. Fauziah Bireuen guna mendapatkan perawatan. Dua jam berada di sana, ia dibawa keluarganya ke Banda Aceh untuk mendapat perawatan lanjutan di RSU Zainoel Abidin.

Menurut Helmi, keluarga korban yang ditanyai wartawan melalui telepon seluler Jumat (9/5) siang disebutkan, kondisi terakhir korban sudah semakin membaik, pendengaran sudah kembali pulih meski belum sepenuhnya.

Selain Ferawati, ada juga korban lain yakni Halwani, 21, mahasiswi Akbid Ubudiyah, Asal Kuta Cane. Keduanya, kini sama-sama dikrawat ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (UGD-RSUZA). Keduanya masih terlihat lemah akibat shock yang mendalam.

“Sejarah penyakit Fera belum pernah ada yang seperti itu. Kejadian ini, kita duga setelah dia menerima telpon merah tersebut,” ungkap Helmi lagi.

Halwani juga diduga terkena telepon santet. Menurut Yusnida, 19, teman kost Halwani di Desa Lingke Kota Banda Aceh, kejadian bermula pukul 14.00 WIB. Saat itu, katanya, Halwani istirahat di kamar, tiba-tiba Hp bergetar. “Pas dipegang, Halwani langsung kesentrum hebat. Dia kemudian membuang Hp-nya. Ternyata layarnya berwarna merah hingga kini,”ucap Yusnida sambil menunjuk Hp terletak di depan kamar dengan layar merah dan bertulisan CONTACT SERVICE kepada wartawan yang datang ke lokasi pukul 16.00 WIB. Baca lebih lanjut…

Iklan

Tangis Mengantar Kepergian Nurmiati

Peukan Baro| Harian Aceh

Fahmi terus meronta dan menjerit-jetit menyayat hari. Ia meraung-raung. “Kasihan..!” ucap seorang perempuan berlinang air mata. Bayi lima bulan ini adalah Fahmi, sedangkan perempuan yang berlinang air mata itu adalah neneknya. Juariyah, nenek itu, membujuk agar Fahmi menghentikan tangisannya, tapi sia-sia. Tangis Fahmi bertambah-tambah.

Sementara warga mulai mengusung jasad Nurmiati menuju peristirahatan yang terakhir. “Ya Allah, kuatkanlah iman kami.. tabahkanlah kami..” suara Juariyah, lirih. Tak henti-hentinya ia mengusap air matanya, sementara cucunya, terus saja menangis. Baca lebih lanjut…

Defisit APBA Rp 1,9 T

Banda Aceh | Harian Aceh

Struktur RAPBA tahun anggaran 2008 yang diserahkan ke eksekutif masih menerapkan konsep defisit budget atau anggaran defisit yang diharapkan dapat tertutupi sisa lebih anggaran (silva) tahun 2007.

Juru bicara panitia anggaran DPRA, Bustanul Arifin kepada Harian Aceh, Jum’at (9/5) menyatakan perhitungan nota keuangan tahun 2007 belum dihitung dan dilaporkan, prediksi defisit tahun anggaran 2008 mencapai Rp1,868 triliun. Baca lebih lanjut…

Aceh Akan Kelebihan Suplai Listrik 2012

Banda Aceh | Harian Aceh

Aceh diperkirakan akan kelebihan suplai listrik pada tahun 2012 dengan asumsi 12 proyek listrik yang kini tengah dalam pengerjaan akan tuntas sesuai jadwal. “Kini sembilan proyek dikerjakan dan mulai Juni 2008 sudah ada yang beroperasi,” kata pejabat PLN.

Deputi Manager Komunikasi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah NAD, Muchtar, kepada Harian Aceh di ruang kerjanya, Jum’at (9/5), menyatakan kini ada sembilan proyek kelistrikan di Aceh sedang dikerjakan. Proyek ini tersebar dalam enam kabupaten/kota, dengan menghasilkan daya berkisar 585 MW. Jumlah ini lebih dari cukup untuk mensuplai kebutuhan listrik di Aceh. “Bila proyek itu semua selesai dan sesuai target, Aceh bisa menjual daya ke daerah lain,” katanya.

Proyek pembangunan pembangkit listrik tersebut terletak di Takengon, Meulaboh, Angkup (Aceh Tengah), Rancong (Lhokseumawe), Peusangan (Bireuen), Seulawah (Aceh Besar) dan Jaboi (Sabang).

Proyek kelistrikan ini, lima diantaranya ditangani PLN langsung dan sisanya oleh perusahaan swasta atau dikenal dengan istilah Independent Power Production (IPP). Baca lebih lanjut…

PLN Ingin Beli Daya Listrik PT Arun Tinggal Menunggu Jawaban

Banda Aceh | Harian Aceh
PT Arun belum menjawab permintaan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait minatnya membeli daya listrik yang berlebih pada perusahaan migas tersebut. “PLN sudah menyampaikan minat membeli sisa daya yang ada sekitar 3 x 22 MW milik PT Arun, tapi kami belum memperoleh jawaban,” kata eksekutif PLN.
Deputi Manager Komunikasi PLN, Muchtar, kepada Harian Aceh, saat silaturahmi ke jajaran redaksi koran ini, Kamis (8/5) menyatakan PLN telah mengambil langkah-langkah jangka pendek dalam mengamankan pasok listrik yang sampai kini menjadi masalah serius di sini, termasuk meminta kepada PT Arun agar mau menjual sisa daya listrik yang dimilikinya. “Bukan hanya PT Arun, prinsipnya, kami siap membeli setrum dari seluruh perusahaan yang memiliki daya berlebih,” kata Muchtar.
Khusus kepada PT Arun, katanya, surat permintaan sudah dilayangkan dan saat ini sedang menantikan balasan. “Kami berharap PT Arun membantu masalah ini sehingga masyarakat sekitar Aceh Utara dan Lhokseumawe tak lagi kekurangan listrik,” katanya. Baca lebih lanjut…

Nenek 90 Tahun, Digorok Pemuda

Lhoksukon | Harian Aceh
Seorang Nenek Rakiah,90, warga Desa Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, tewas dibunuh dengan cara yang sangat sadis, lehernya digorok nyaris putus, oleh Muradi,28, warga Desa Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis (8/5) pukul 11.30 WIB.
Menurut keterangan, Fatimah, 50,anak korban, warga Desa Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis (8/5), pada saat kejadian dirinya sedang mencuci pakaian di belakang rumah, sedangkan Nenak Rakiah berada di dalam rumah sendirian dan sedang makan di dapur.
Fatimah terkejut ketika tiba-tiba terdengar suara jeritan orang dari dalam dapur rumahnya. Ia pun segera menuju pintu dapur. Sesampainya di pintu dapur, Fatimah shock melihat Muradi menduduki tubuh Rakiah yang tak berdaya. Baca lebih lanjut…

Polres Bireuen Sita 20.000 Batang Ganja

Bireuen | Harian Aceh
Tim Polres Bireuen menemukan lima hektare ganja siap penen di Dusun Asan Kumbang, Desa Darussalam Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Kamis (8/5) siang. Dalam penyisiran yang melibatkan 100 personil aparat juga menyita 20 ribu batang ganja berukuran 1 hingga dua meter. Pohon ganja ini sebagai barang bukti, sisanya dimusnahkah di lokasi penemuan.
Penemuan lokasi penanaman ganja di desa tersebut atas informasi masyarakat setempat setelah sebelumnya warga desa Darussalam menangkap tersangka, M.Azhari bin M.Amin (44), buruh tani yang menggarap lahan perangkat desa Darussalam.
Setelah mendapat informasi tersebut, Selasa (7/5) pukul 20.00 WIB, personil Polres Bireuen langsung menangkap tersangka bersama barang bukti berupa beberapa tanaman ganja yang sempat disita oleh masyarakat di sana.
Setelah penangkapan, pihak personil Polres Bireuen, dipimpin langsung oleh Wakapolres Bireuen, Kompol Danu Kusworo menyisir ke lokasi penanaman ganja Rabu (8/5) sekira pukul 8.30 WIB. Lokasi penanaman ganja itu berjarak satu km lebih dari rumah kediaman tersangka M.Zahri bin Amin.
Di lokasi tersebut pihak personil Polres Bireuen menemukan 5 hektar ganja siap panen dengan empat titik penanaman yang tidak jauh dari lokasi pertama. Baca lebih lanjut…