“Kalau ada nomor handphone dengan nomor 0866 dan 0666 atau yang berwarna merah memanggil masuk, jangan diangkat. Soalnya, di Jakarta dan Tanjung Balai Karimun sudah ada yang meninggal gara-gara mengangkatnya. Konon ada orang yang sedang mengetes ilmu hitam. Jangan lupa sampaikan kepada keluarga. Batam dan Brunai sekarang lagi heboh..”

Begitulah isi pesan yang sejak dua hari lalu memasuki konsumen HP Banda Aceh. “Saya dikasih tahu adik dari Medan,” kata Iros, 26, kepada Harian Aceh, Rabu.
Iros mengaku ngeri. Dia juga bilang, teman-teman gurunya semuanya sudah menerima pesan sejenis. Hanya bahasanya yang beda. “Pokoknya, ada peringatan seperti itu,” katanya.
Sejumlah pemilik HP ditanya koran ini rata-rata mengaku sudah tahu informasi seperti itu. “Kakak saya di Jakarta juga memberi tahu hal itu. Katanya sudah ada korban di Lhokseumawe,” kata seorang pemuda yang siang itu nongrong di café Nanggroe.
Sebagian di antara mereka ada yang percaya, sebagian lagi ragu-ragu. “Apa bisa ya, nyantet lewat HP,” tanya Iros ragu.
Isu yang tidak jelas sumbernya itu menyebutkan bahwa akan sangat berbahaya manakala salah satu dari dua nomor tersebut (0866 – 0666) muncul warna merah karena dapat berakibat fatal bagi penerima panggilan misterius itu.
Percaya atau tidak, yang pasti, tentang isu telpon ilmu hitam ini cukup menghebohkan. Di warung kopi, sekolah, kampus dan kantor-kantor isu ini menjadi cang panah.
“Kabarnya, di Kota Lhokseumawe ada yang sudah tewas gara-gara menerima telpon tersebut,” ucap T. Azhari, 24, warga Kota Banda Aceh.
Karena ia mendapat SMS peringatan, ia mengaku, melanjutkan pesan itu kepada sanak saudaranya dan teman-temannya. “Di antara mereka ada yang bilang sudah menerima pesan sejenis, bahkan sudah tidak kali,” katanya.
“Ya, saya juga mendapat pesan, jangan menerima kalau ada telepon dengan nomor 0866 dan 0666,” kata Didin, 45. “Konon, gara-gara menerima nomor telpon itu, seorang laki-laki di Kota Lhokseumawe meninggal mendadak seperti disantet. Nomor tersebut sedang mengincar orang Aceh. Kita hati-hatilah,” katanya. Didin sendiri mengaku mendengar informasi itu dari temannya, sedangkan sang teman menerimanya dari teman yang lainnya lagi.
Begitulah. Tapi sejak merebaknya isu tersebut, sejumlah ibu di Kota Banda Aceh telah menarik telepon genggam dari anak-anaknya untuk sementara waktu. Hal ini untuk mencegah anggota keluarganya jadi korban, katanya.“Untuk sementara waktu, kalau ada nomor-nomor tidak jelas masuk di HP, saya minta pada anak-anak tidak mengangkatnya,“ ucap Dahlia, 32.
Ditanya menyebarkan informasi ini kepada seluruh kerabat, dia menyatakan iya. “Habis pula Rp10.000 untuk mengirim SMS seperti itu ke saudara-saudara,” katanya.
Isu ini benar-benar heboh. Dan, yang pasti, operator seluler dapat keuntungan karenanya. mrd