Dewantara | Harian Aceh
Orang tak dikenal (OTK), Kamis (8/5) dini hari, melempar bom di dekat Toko Bintang Service, Keudee Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, sekitar 200 meter dari Mapolsek setempat. Dua warga yang tengah duduk di warung kopi Ardi, dekat toko tersebut, terluka.
Serpihan pecahan granat yang diperkirakan jenis manggis tersebut juga bertaburan di pintu Toko Bintang Service (menjual sparepart sepeda), Toko Tianshi Group Internasional, dan kantor Koperasi Pertanian Tgk. Lhok Drien. Ketiga toko tersebut berdampingan. Sebuah mobil box BK 9897 BJ yang parkir di depan kantor Koperasi Pertanian Tgk. Lhok Drien, juga terkena serpihan granat.
Dua warga Keudee Krueng Geukuh, juga terkena serpihan granat itu dan kini dirawat di rumah sakit (RS) Kesrem di Lhokseumawe. Dua warga tadi adalah Junaidi, 25, pelayan pada Warkop Ardi, dan Ilyas, 36, warga yang ingin menikmati sajian kopi di warkop tersebut. Baik Junaidi maupun Ilyas terkena serpihan granat di bagian betis kanannya. Posisi keduanya saat kejadian, sekitar 11 meter dari titik ledakan granat.
Seusai kejadian, keduanya langsung dibawa oleh warga setempat ke Rumah Sakit PT PIM di Krueng Geukuh. Beberapa saat kemudian, kedua korban dirujuk ke Rumah Sakit Kesrem-011/Lilawangsa di Kota Lhokseumawe.
Junaidi, yang ditemui di RS Kesrem, kemarin pagi, mengatakan saat kejadian itu hanya Warkop Ardi yang masih buka, sementara semua toko lainnya sudah tutup. “Saat itu saya sedang duduk dengan Pak Ilyas yang mau minim kopi. Tiba-tiba lewat Honda Supra yang diboncengi dua pria. Mereka jalan sangat santai, lalu melempar granat di depan Toko Bintang Service,” katanya.
Penjelasan sama disampaikan Ilyas. Namun, pihaknya mengaku tidak dapat mengenali wajah pelempar granat tersebut, demikian juga nomor polisi sepeda motor Honda Supra yang digunakan orang tak dikenal (OTK) itu. “Karena suasana gelap. Hanya beberapa menit setelah mereka melempar granat, langsung meledak. Mereka kabur ke arah utara,” kata Ilyas.
Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Ricky P. Kertapati didampingi Kapolsek Dewantara, Ipda M.A. Fauzi, belum dapat memastikan motif pelemparan granat di depan Toko Bintang Service tersebut. “Apakah karena ingin balas dendam atau ini perbuatan pihak-pihak yang tidak ingin Aceh damai, belum bisa kita pastikan. Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya, di sela-sela petugas melakukan olah TKP, kemarin siang.
Hamdani,40, pemilik Toko Bintang Service dan Toko Tianshi Group Internasional, mengatakan saat kejadian ia tidak berada di toko itu yang sekaligus rumahnya. “Saya baru tahu setengah jam kemudian, saat itu saya baru pulang dari Beureunen (Pidie). Tapi, keluarga saya semua ada di dalam toko,” katanya.
Menurut dia, selama ini dirinya tidak memiliki perselisihan dengan siapapun. Ia dan keluarganya juga tidak pernah mendapat anacaman atau teror dari pihak mana pun. “Saya merasa tidak pernah memiliki musuh. Dan, tidak ada orang yang mengganggu saya selama ini,” katanya.irs