Sigli | Harian Aceh
Kekerasan bersenjata kembali merengut nyawa. Ini terjadi di Sigli. Nurmiati Binti Burhan, 43, warga Desa Sentosa Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, Rabu (7/5) sekitar pukul 18.30 WIB tewas bersimbah darah setelah tertembus timah panas. Pedagang pakaian keliling ini tewas ditembak dua pria tak dikenal, diduga terkait utang piutang. Kini polisi masih memburu pelakunya.
Keterangan dihimpun Harian Aceh dari sejumlah keluarga korban, pada hari naas itu korban baru saja pulang dari Padang Tiji menjenguk Risna adiknya sekitar pukul 18.00 WIB.
Sesampai di rumah, korban sibuk menyusun pakaian –barang dagangannya– yang baru saja dibawa pulang. Selanjutnya, ia menyuapi anaknya yang baru berusia lima bulan, Fahmi. Tiba-tiba ibu yang dikenal periang ini didatangi dua orang laki-laki yang menggunakan sebuah sepeda motor. Melihat gelagat tidak baik, ia segera masuk ke rumah, menutup pintu. Saat itulah kedua tamu tak diundang tadi menggedor pintu dan langsung melepas tembakan dari balik pintu. Nurmiati pun roboh bersimbah darah dan tewas.
Samsuddin Ali, suaminya, pada saat itu berada di ruang belakang. Mendengar tembakan, sang suami langsung menuju tempat istrinya tergeletak bersimbah darah. Anaknya mereka yang tertua, Neli Yuldia, 10, sempat memeluk Nurmiati sebelum sang bunda menghembuskan nafas terakhir. Sedangkan Fahmi menangis kencang.
Neli sempat melihat kedua pelaku yang menggunakan sebo (penutup wajah) dan salah seorang pelaku menggunakan celana panjang multi kantong.
Nurmiati meninggalkan seorang suami dan empat orang anak, Neli Yuldia, 10, Desi Ratnasari, 8, Nora, 3, dan Fahmi, 5 bulan.
Keluarga ini telah dua tahun tinggal di rumah kontrakan di Desa Sentosa. Nurmiati tidak tidak bermasalah dengan warga sekitarnya. Itu sebabnya warga ikut menangisi kepergian ibu dengan anak yang masih balita itu. Malam itu juga jenazah korban, dibawa le kampung halamannya di Desa Meunasah Dayah Tgk, Bambi untuk dikebumikan.
Kepala Polisi Resort (Kapolres) Pidie AKBP Dedy Setyo Yudo Pranoto, SST, mK saat dikonfirmasi Harian Aceh di Kantornya, Kamis (8/5) mengutuk keras pelaku kriminal tersebut.”Ini kriminal berat,” sebut Kapolres geram.
Kapolres menyebutkan, awalnya dua orang itu mendatangi rumah Nurmiati pukul 11.00 siang. Karena korban tidak berada di rumahnya, mereka kembali lagi saat menjelang magrib. Setelah bertemu korban sempat terjadi adu mulut, lalu korban masuk ke dalam rumah sambil menutup pintu. Saat itulah ia dihabisi dengan satu tembakan senjata api laras panjang jenis AK 47, lalu pelaku kabur dengan mengendarai sepeda motor bebek merek Yamaha dua tak.
Setelah kejadian, lanjut Dedy, polisi langsung ke tempat kejadian perkara. Di sana polisi menemukan proyektil yang ditembakkan pelaku. Dari keterangan keluarga korban, salah seorang pelaku merupakan incaran polisi sejak dulu karena diduga memilki senjata api. Dari pengembangan kasus, terungkap salah satu pelaku diketahui alamatnya setelah digeledah rumahnya ditemukan satu popor senjata merek scorpion dan satu butir amunisi.
“Kita memberi waktu kepada pelaku untuk segera mungkin menyerahkan diri kepada polisi dalam waktu 1×24 jam. Jika tidak segala konsekwensi akan ditempuh, karena sekarang polisi telah mengantongi indentitas pelaku,” katanya.
Bahkan Polres telah menyebarkan sniper di sejumlah tempat yang dicurigai sebagai tempat mangkal mereka. “Polisi tidak segan-segan menangkap pelaku baik hidup atau mati. Karena tindakan itu merupakan kebejatan yang tak bermoral, dengan teganya menghabisi seorang perempuan yang masih memiliki bayi yang masih disusui,“ tegas Dedy.zuk