Banda Aceh | Harian Aceh
PT Arun belum menjawab permintaan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait minatnya membeli daya listrik yang berlebih pada perusahaan migas tersebut. “PLN sudah menyampaikan minat membeli sisa daya yang ada sekitar 3 x 22 MW milik PT Arun, tapi kami belum memperoleh jawaban,” kata eksekutif PLN.
Deputi Manager Komunikasi PLN, Muchtar, kepada Harian Aceh, saat silaturahmi ke jajaran redaksi koran ini, Kamis (8/5) menyatakan PLN telah mengambil langkah-langkah jangka pendek dalam mengamankan pasok listrik yang sampai kini menjadi masalah serius di sini, termasuk meminta kepada PT Arun agar mau menjual sisa daya listrik yang dimilikinya. “Bukan hanya PT Arun, prinsipnya, kami siap membeli setrum dari seluruh perusahaan yang memiliki daya berlebih,” kata Muchtar.
Khusus kepada PT Arun, katanya, surat permintaan sudah dilayangkan dan saat ini sedang menantikan balasan. “Kami berharap PT Arun membantu masalah ini sehingga masyarakat sekitar Aceh Utara dan Lhokseumawe tak lagi kekurangan listrik,” katanya.
Di sisi lain, PLN juga berharap Pemda Aceh dapat menjembatani perusahaan-perusahaan swasta yang mempunyai kelebihan daya untuk dapat disalurkan ke masyarakat.
PT Arun tercatat hanya memanfaatkan 60% daya listrik yang mereka miliki pada saat beban puncak, sehingga ada kelebihan daya 40% lagi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Setidaknya ini menjadi solusi jangka pendek sebelum adanya solusi permanen. Solusi lain yang akan dilakukan oleh PLN adalah memindahkan mesin PLTD terapung dari lokasi terdampar di Punge. “Kini sedang dalam proses pemindahan,” katanya.
Dia juga mengingatkan sejumlah proyek listrik kini juga tengah dikerjakan seperti di Meulaboh dan Nagan Raya. Dalam melaksanakan upaya-upaya mengatasi kelangkaan listrik itu, katanya, semuanya tetap dilakukan dalam kerangka mendukung green vision yang telah dicanangkan pemerintah. Dengan begitu, investor yang berminat menanamkan modal di bidang energi seperti energi batu bara, tetap menjaga kelestarian lingkungan.t-7