Soal setan masuk handphone benar-benar sudah meneror warga. Selain di Aceh, sejumlah daerah juga menerima pesan sejenis. Paranormal kondang dan seorang ulama memberi resep bagaimana melawan santet via ponsel tersebut. “Senyum saja..” kata Ki Gendeng, paranormal yang pernah nyantet Presiden AS, George W. Bush, tapi gagal.
Teror layanan pesan singkat (SMS) kian mewabah di Banda Aceh, bahkan juga sejumlah daerah lain. Selain berisi pesan jangan mengangkat hanphone bernomor 0866 dan 0666, ada juga yang menerima pesan tips bacaan doa untuk melawan santet melalui ponsel. Nyaris seluruh karyawan Harian Aceh menerima pesan yang sama.
Pesan singkat yang terbanyak kemarin adalah: “Kalau ada telepon yang nomor berwarna merah dan nomor HP yang akhirnya 0866 dan 0666 jangan diangkat karena bisa menelan jiwa. Hari ini sudah disiarkan di berita, terjadi di Jakarta dan Duri, Bengkalis dan sudah terbukti. Sekarang masih diusut oleh pihak kepolisian. Dugaan sementara adalah kasus pembunuhan jarak jauh melalui telepon genggam oleh dukun ilmu hitam. Si penelepon adalah roh gentayangan yang mencari mangsa. Harap dimengerti dan kirim ke teman atau saudara semua.”
Sedangkan di Banda Aceh muncul SMS dalam bahasa daerah berbunyi: “Honk dat dat, hong dat dat, na umu na ubat, lhee krak plik u lhee mu pisang barat, lhee boh jantong, lhee tong bu leukat. kirim ke 100 orang agar terhindar dari peler via telpon bernomor merah…”
Akhirnya, pesan bergulir ini menyebar seantero daerah. Warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sejak sepekan ini sibuk membuka SMS sejenis. Pesan singkat yang isinya mengancam tersebut membuat warga Abdya merasa takut dan cemas, akibatnya warga mulai enggan menerima telpon bila sudah larut malam. “Saya takut karena disebut sudah terbukti,” kata Hamdani warga Panto Cut Kuala Batee. Ia mengaku takut tidur sendirian sejak menerima SMS itu.
Pria lajang ini, kepada Harian Aceh mengaku menerima sms tersebut dari nomor yang tak dikenal. Hal yang sama juga dikatakan beberapa warga lainnya. Orang tak dikenal mengirim SMS seperti itu. “Saya menjadi resah kalau hp saya bunyi,” kata T. Syahrir warga Gampong Meurandeh, Kecamatan Lembah Sabil. “Aneh, ya, suasana gawat begitu nggak ada aparat yang bertindak,” kata Syahrir yang mengaku kini mematikan Hp-nya.
Sejak kemarin pula sejumlah warga Abdya juga menerima penjelasan dari nomor ponsel yang tak mereka kenali tentang ring in red. Pengirim SMS mengutip pendapat Dr. Blanca Lochar.J.D, bahwa ring in red terjadi di banyak negara. Profesor itu menyebutkan kejadian tersebut bukan ulah ilmu hitam, tetapi disebabkan oleh radiasi infra merah yang sengaja dipancarkan secara berlebihan kepada nomor handphone yang dituju.
“Memang bisa menewaskan pengguna ponsel walaupun tidak menjawab seketika, handphoe yang terletak dekat juga berbahaya dapat menimbulkan kanker secara pelahan-lahan,” demikian SMS tandingan itu.

Bukan Hanya di Aceh
Teror SMS yang menghobohkan itu, ternyata bukan hanya di Aceh. Masyarakat Sumatera Barat, Riau, Bengkulu dan Medan, sejak dua hari ini juga menghebohkan hal serupa. SMS berantai yang berisikan kabar santet melalui telepon genggam terus menyebar bagai virus. Sebagian warga ada yang ketakutan. “SMS itu benar nggak ya?” tanya warga Lubuk Basung, Sumatera Barat, Yudi, Kamis (8/5).
Yudi mengaku, SMS itu telah menyebar ke banyak orang di Ibukota Kabupaten Agam itu. Yudi antara percaya dan tidak percaya dengan berita itu. Rasa penasarannya bertambah karena telepon genggamnya yang tidak berwarna. “Saya penasaran, apakah bisa handphone tidak berwarna ini mengeluarkan warna merah,” kata Yudi sambil tergelak.
Hal yang sama juga terjadi di Bengkulu. Mayang, seorang warga Jakarta, mengaku mendapatkan terusan SMS itu dari sepupunya yang berdomisili di Bengkulu. “Apakah itu benar?” tanya Mayang. Bahkan, tambahnya, korban yang terkena telepon santet itu juga seorang warga Padang, Sumatera Barat.
Sampai kemarin, di Jakarta tak pernah tersiar kabar ‘santet online’ seperti ini. Polisi Bengkalis, Riau, juga memastikan bahwa isu itu hanya kabar bohong. Di Lhokseumawe yang konon juga sudah ada korban tewas juga tak ada. Di daerah ini memang sering ada orang tewas, tapi itu adalah tersangka bandit yang didor polisi atau sebab lain.
Lantaran sudah meresahkan masyarakat, Wakapolres Bengakalis Kompol Trunoyudo merasa perlu menenangkan. Dia menyebut isu itu memang cuma isu, kerjaan orang tidak bertanggung jawab. “Bohong saja itu,” kata Trunoyudo.
Dia juga menegaskan tidak benar ada warga di Pulau Rupat, Bengkalis, yang meninggal gara-gara menerima nomor telepon santet itu, seperti yang menjadi buah bibir masyarakat setempat. “Isu santet itu jelas membuat warga resah. Jadi warga jangan percaya dengan isu yang nggak jelas itu. Saya sendiri sampai saat ini belum menerima laporan apa pun dari warga soal isu santet itu,” ujarnya.
Secara akal sehat memang kabar berantai ini tidak masuk di akal. Namun hingga kini SMS berantai yang mengabarkan isu itu masih saja berseliweran di daerah. “Untuk menyetop isu tampaknya mudah: stop memforward SMS santet! Selain menghentikan keresahan, juga hemat pulsa,” kata Marzuki, warga Banda Aceh.
Dia menyebut itu kerjaan operator telepon selular saja yang ingin jualan pula lebih banyak. “Bisa jadi juga ulah pengusaha menyusul persaingan tariff telepon belakangan ini,” katanya.

Resep Ki Gendeng
Banyak pendapat, banyak punya spekulasi yang beredan di tengah masyarakat tentang SMS santet ini. Lalu bagaimana sebuah santet bisa dikirim lewat Hp? “Metode itu sudah saya pakai sejak tahun 90-an. Itu namanya televisi kognetik. Pengembangannya melalui jarak jauh,” ujar paranormal kondang, Ki Gendeng, kepada detikcom, Kamis (8/5).
Ki Gendeng mencontohkan, untuk membunuh seseorang, tinggal mengirim SMS kepada orang yang akan dia habisi. Dan ia akan melakukan apa yang diperintahkan dalam SMS tersebut. “Misalkan saya punya nomor sampeyan. Saya SMS kamu, isinya, setelah baca SMS ini kamu mati. Jadi untuk membunuh orang sekarang tidak perlu bakar kemenyan,” kata pria yang pernah menyiapkan voodoo untuk menyantet Bush ini.
Paranormal kontroversial ini menambahkan, membunuh orang dengan hanya memasukkan paku atau jarum ke tubuh seseorang adalah cara-cara yang kuno dan keringgalan jaman. “Anak saya yang masih SMP saja bisa seperti itu. Kalau belajar ke saya mungkin hanya butuh waktu setengah jam,” ujar Ki Gendeng enteng.
Ki Gendeng memberi tips menangkal SMS santet ini. “Cukup tersenyum, dan kita nggak percaya sama anggota anggota DPR dan partai politik, kita bisa selamat,” ujar KI Gendeng sambil tertawa.
Memang secara logika, santet lewat HP hanyalah isapan jempol belaka. Tapi bagi pegiat supranatural, media apa pun termasuk telepon genggam bisa dipakai untuk santet atau digunakan roh yang bergentayangan.
Namun paranormal Mbah Lim lebih condong melihat roh gentayangan yang melakukan itu semua. “Saya condongnya pada roh yang bergentayangan. Mungkin karena dendam pada orang, misalnya diputus cinta melalui telepon, lalu bergentayangan melalui telepon,” ungkap Mbah Lim yang di kartu namanya tertulis Prof Dr Limbad SH itu kepada detikcom, Kamis (8/5).
“Yang namanya kekuatan gaib, bukan hanya melalui telepon saja. Macam-macam jalannya,” imbuh paranormal yang dekat dengan Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Syaukani HR yang pernah melakukan ritual di pengadilan Tipikor dan Cendana ini.
Kemungkinan santet dilakukan melalui telepon genggam juga bisa dilakukan orang yang sedang belajar ilmu hitam. Bisa jadi dia disuruh guru atau eyangnya untuk melakukan santet melalui telepon. “Jika ada yang mati, maka itu berarti sukses belajar ilmu hitam,” pungkas Mbah Lim.

Datangnya dari Setan
“Santet dan ilmu-ilmu hitam sejenisnya datangnya dari setan. Tidak perlu khawatir untuk menangkalnya. Cukup bekali diri dengan iman yang kuat, niscaya santet dan sejenisnya akan lari menjauhi kita,” ujar ujar anggota Komisi Agama DPR, Hilman Rosyad Shihab, Kamis (8/5).
“Masyarakat harus sadar, bahwa semua itu datang dari setan. Setan lebih rendah daripada manusia. Sehingga, jika kita lebih kuat imannya serta yakin kepada Allah, maka ancaman santet seperti apa pun insya Allah akan terhindar,” katanya lagi.
Namun demikian, menurut Hilman, santet adalah realitas di masyarakat kita dan bukan merupakan kebohongan. Hilman meminta agar masyarakat menanggapi biasa saja isu-isu tersebut dan tidak terlalu resah.
Hilman meminta agar operator selular bertanggung jawab dengan isu santet via ponsel itu. Mereka diminta untuk mengecek nomor sang pengirim. “Ini adalah perbuatan yang melanggar agama dan bisa jadi melanggar hukum. Jadi operator harus bertanggung jawab dengan melacak nomor pengirimnya,” pinta Hilman.
Kepolisian pun, menurut Hilman juga diminta untuk proaktif mengusut tuntas masalah ini agar tidak semakin membuat suasana semakin keruh. “Agar masyarakat juga tidak semakin resah,” katanya.

Suara dari Milis
Di dunia maya, masalah setan menyelinap melalui satelit ini juga menjadi bahasan yang seru. “Setelah saya melakukan blogwalking kemana, saya dapat merumuskan hipotesis bahwa ini merupakan perwujudan dari perang para empunya operator sellular,” begitu kesimpulan seorang bloggor.
Gimana nggak..! Coba, nomor 0866 dan 0666 sama-sama memiliki angka 6 yang disinyalir angka setan. “Kasian dituduh tanpa bukti,” ujarnya. “Bisa saja ini merupakan lanjutan dari perang tarif yag sudah seperti perang dunia ketiga. Masing-masing operator ingin menunjukkan bahwa merekalah yang termurah walaupun semuanya nggak masuk di akal,” katanya. “UUD (Ujung Ujung-nya Ditipu) sudah melekat pada operator selular Indonesia.”
Lalu, blogger lainnya menimpali dalam tulisannya; “Karena takut dapat pesaing baru makanya mereka bersaing secara tak sehat. “Logis donk man! Canggih banget tuh dukun sampai-sampai bisa menggabungkan teknologi dan persantetan. Siapa sich yang bisa begitu ?? Kalau sampai ada, akan saya cari tuch dukun and berguru ama dia.”
Lalu yang lainnya menyambung lagi; “Mungkin kan, yang nyebarin gosip ini buat ngejatuhin Axis. Truz karena nggak mau kalah Axis juga nyebarin gosip supaya masyarakat lupa sama gossip-gosip miring itu. Kalau benar begitu, Axis melakukan tindakan yang salah. Seharusnya, mereka mengumpulkan bukti bahwa mereka benar-benar nggak bersalah dan bikin jumpa pers besar-besaran. Kalau perlu uber yang nyebarin gosip dan laporin ke polisi atas pencemaran nama baik. Nah, itu kan lebih etis dan mencerminkan negara hukum kita.”
Bloger yang satu ini kemudian ragu dengan pendapatnya. Dia menulis; “Atau mungkin saja ini benar-benar kenyataan. Tapi, kalau seandainya kenyataan, kenapa belum disiarkan di media massa resmi? Toh, anda-anda semua pasti tahu dari rekan kantor, teman se-genk, tetangga, saudara, nenek, kakak, paman, atau SMS nyasar kan? Bisa dari mulut ke mulut bisa dari SMS. Tetapi pasti semuanya dengan bukti yang nggak jelas. Katanya korbannya udah ada di Bengkalis. Mana man ?? Saya tinggal di Riau dan kayaknya belum ada diberitakan di koran tentang pembunuhan di Bengkalis.”
“Semuanya tanpa ada dasar yang jelas!! Hanya gosip-gosip tetangga yang makin digosok makin sip. Truz lebih parah lagi, kata tetangga saya, Hp harus dimatikan total hari ini karena polisi akan melacak siapa pelakunya. Duh, gimana kalau ada perlu sama keluarga? SMS-an ama pacar? Ngegosip ama teman? Nggak mungkin kan? Hp itu udah seperti nyawa bagi sebagian orang,” ujar blogger lainnya.
“Jujur saya kesal 1.000.000x kesal sama gosip ini. Walaupun saya nggak percaya, tapi untuk jaga-jaga saya ikut juga deh mematikan Hp masal (sedih). Berarti akan banyak operator yang pendapatannya menurun hari ini. Karena nggak ada yang SMS-an dan menepon.”
“Makanya, nggak usah dech membicarakan itu lagi. Cukup sudah sampai di sini. Tutup buku dan simpan ke lemari. Lebih baik bicarakan masalah kemiskinan, korupsi dan krisisnya negara kita. Lupakan saja semuanya supaya nggak semakin runyam,” tulis salah satu di antara mereka.
“Cukup tuhanlah yang tahu kebenarannya. Kita cuma bisa berserah diri kepadanya. Hidup dan matikan sudah ditentukan di skenario hidup kita?” satu orang lagi punya berpendapat.
Sambutan lain lebih bersemangat; “Harap teman-teman bisa berpikir logika. Kalaupun berita itu benar-benar ada, sesungguhnya hidup dan mati mu di tangan Tuhan. Wassalam..!”