SETELAH menyerang China wabah penyakit penyakit kuku dan mulut ditemukan di Vietnam. Pelan tapi pasti, penyakit mematikan ini diperkirakan akan berkembang biak di Indonesia.

Pemerintah Vietnam, Kamis (8/5) mengumumkan selama kurun waktu empat bulan pertama dalam tahun ini tercatat 3 ribu pasien terinfeksi penyakit kuku dan mulut dan 10 orang diantaranya meninggal dunia.
Sebagian besar dari pasien yang terkena penyakit kuku dan mulut adalah anak-anak dari wilayah selatan dan tengah. Sejumlah penderita telah terinfeksi oleh virus EV-71.
Di tengah-tengah terjadinya wabah penyakit kuku dan mulut di banyak negara Asia dan kawasan Asia tenggara, pemerintah Vietnam telah meminta agar instansi terkait untuk tetap terus memantau para penderita dan melakukan tindakan pencegahan disamping menangani pasien yang terkena penyakit tersebut secara efisien dan seefektif mungkin, demikian diberitakan sebuah harian negeri itu.
Sebelumnya virus ini menyerang China. Sampai kini korban juga masih bertumbangan, terutama balita. Merebaknya wabah penyakit tangan-kaki-mulut yang menyerang sejumlah kota di berbagai provinsi di negara yang berpenduduk 1,3 miliar jiwa itu benar-benar mencemaskan.
Penyakit yang pada umumnya menyerang anak-anak tersebut, menjadi perhatian serius pemerintah China.
Kementerian Kesehatan China memperkirakan kasus itu akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan, Juni dan Juli.
Dalam situsnya, kementerian itu menyatakan, pada 2008 kasus lain penyakit yang disebabkan “enterovirus 71” (EV71) juga terdapat di Singapura dan Taiwan. Di Cina daratan, kasus lain ditemukan di Anhui dan provinsi lainnya.
Seorang yang meninggal dunia dan diduga mengidap penyakit itu dilaporkan telah terjadi akhir pekan lalu di Provinsi Guangdong, selatan China.
Sehari sebelumnya, pihak kesehatan di Provinsi Hubei mengumumkan terdapat 340 kasus penyakit tangan-kaki-mulut ditemukan.
Di Provinsi Anhui, terdapat sejumlah kasus yang paling serius, yaitu ketika penyakit itu merenggut nyawa sebanyak 22 anak-anak. Korban meninggal juga ditemukan di Kota Fuyang.
Kementerian Kesehatan juga mengeluarkan surat edaran yang isinya imbauan memperkuat manajemen serta pencegahan penyakit tersebut.
Kementerian mendesak sejumlah rumah sakit untuk melaporkan penyakit dalam kurun waktu 24 jam, dan meminta departemen kesehatan lokal untuk menyampaikan informasi darurat setiap saat kepada masyarakat.
kementerian meminta kepada rumah sakit untuk meningkatkan investasi penelitian penyakit tersebut.
EV71 dapat menyebabkan penyakit di tangan, kaki, dan mulut yang biasanya dimulai dengan demam ringan yang selanjutnya diikuti oleh panas tinggi dan bisul di dalam mulut dan menyebar ke tangan dan kaki.
Penyakit itu juga menyebabkan demam tinggi, meningitis, radang otak, radang paru-paru yang menyerang anak-anak yang bisa menyebabkan kematian. Beratnya lagi, penyakit ini belum ditemukan obatnya.
“China akan menangani penyebaran penyakit itu secara serius dan pihak berwenang telah berupaya untuk mengatasinya,” kata Juru Bicara Kementrian Luar Negeri (Kemlu) China Qin Gang.

Meningkat
Jumlah kasus penyakit tangan-kaki-mulut di China tahun 2008 hingga awal Mei meningkat menjadi 15.799, sebanyak 28 orang di antaranya yang seluruhnya anak-anak meninggal dunia. “Kenaikan drastis penyakit itu diklasifikasikan sebagai epidemi kelas C,” kata Wakil Kepala Biro Kesehatan Guangzhou Tang Xiaping.
Provinsi Zhejiang, China Timur, awal minggu mengumumkan bahwa terdapat 1.198 anak-anak telah tertular penyakit itu selama 2008, dan seorang anak lelaki berusia lima tahun meninggal pada 6 April.
Menurut pihak berwenang kesehatan setempat, sembilan kasus telah dikonfirmasi disebabkan oleh EV71, suatu jenis virus yang menyerang anak-anak yang biasanya berusia antara dua hingga enam tahun. “Di provinsi Zhejiang terdapat 101 kasus, 793 kasus, dan 1.607 kasus untuk masing-masing tahun 2005, 2006, dan 2007,” kata seorang pejabat kesehatan setempat, Zhao Feng.
Di Provinsi Anhui jumlah anak yang tertular mencapai 5.840, termasuk 689 kasus baru yang tercatat pada Ahad, demikian statistik dari pihak kesehatan provinsi.
Di Kota Fuyang terdapat 22 anak-anak meninggal dunia akibat penyakit itu sejak 20 Maret, sementara 4.496 anak-anak tertular dan 1.314 masih dirawat di rumah sakit.
Di Provinsi Guangdong dilaporkan terdapat 1.692 kasus, naik 767 kasus. Terdapat tiga anak laki-laki yang meninggal akibat mewabahnya penyakit itu.
Hasil pengujian laboratorium menyebutkan bahwa 25 dari 26 anak yang meninggal disebabkan oleh EV71.
Sementara di Kotamadya Chongqing, terdapat 42 kasus sporadis yang dideteksi sejak Kamis pekan lalu. “Sejauh ini tidak ada kasus fatal yang dilaporkan di Chongqing,” kata Wakil Direktur Biro Kesehatan Chongqing Liu Kejia.
Sedangkan di Beijing tercatat 1.482 kasus hingga Senin awal pekan ini, yang sebanyak 818 orang di antaranya adalah anak-anak. Di provinsi tetangganya, yaitu Provinsi Hebei dilaporkan terdapat 202 yang tertular.
Wabah juga menyebar di Provinsi Jiangsu, Hunan, Hubei, Shaanxi, Jiangxi, dan Henan namun belum menunjukkan peningkatan dibanding provinsi-provinsi lainnya.
Pemerintah Kotamadya Beijing berupaya mencegah merebaknya penyakit mematikan itu, antara lain dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Caranya, antara lain dengan menyebarkan sejumlah poster yang selanjutnya ditempelkan di berbagai sekolah, khususnya taman kanak-kanak dan sekolah dasar.
Di sebuah taman kanak-kanak yang berlokasi di Tuan Jie Hu, Distrik Chaoyang, Beijing, misalnya, pihak pengelola sekolah menempelkan sejumlah poster mengenai gambar seorang anak yang tertular penyakit tangan-kaki-mulit.
Dalam poster berwarna berukuran besar dan beraksara China tersebut, antara lain disebutkan mengenai gejala-gejala awal penyakit tersebut disamping terdapat pula foto seorang anak yang kaki, tangan, dan mulut yang sudah dipenuhi oleh bisul berwarna merah.
“Saya menjadi tahu setelah membaca dan melihat gambar di poster ini, betapa bahayanya penyakit itu. Tapi saya tidak panik karena sudah dijelaskan cara-cara pencegahannya,” kata Xiang Xu, seorang ibu yang anaknya sekolah di taman kanak-kanak tersebut.tah