Banda Aceh | Harian Aceh

Aceh diperkirakan akan kelebihan suplai listrik pada tahun 2012 dengan asumsi 12 proyek listrik yang kini tengah dalam pengerjaan akan tuntas sesuai jadwal. “Kini sembilan proyek dikerjakan dan mulai Juni 2008 sudah ada yang beroperasi,” kata pejabat PLN.

Deputi Manager Komunikasi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah NAD, Muchtar, kepada Harian Aceh di ruang kerjanya, Jum’at (9/5), menyatakan kini ada sembilan proyek kelistrikan di Aceh sedang dikerjakan. Proyek ini tersebar dalam enam kabupaten/kota, dengan menghasilkan daya berkisar 585 MW. Jumlah ini lebih dari cukup untuk mensuplai kebutuhan listrik di Aceh. “Bila proyek itu semua selesai dan sesuai target, Aceh bisa menjual daya ke daerah lain,” katanya.

Proyek pembangunan pembangkit listrik tersebut terletak di Takengon, Meulaboh, Angkup (Aceh Tengah), Rancong (Lhokseumawe), Peusangan (Bireuen), Seulawah (Aceh Besar) dan Jaboi (Sabang).

Proyek kelistrikan ini, lima diantaranya ditangani PLN langsung dan sisanya oleh perusahaan swasta atau dikenal dengan istilah Independent Power Production (IPP).

Di luar itu masih ada dua proyek yang masih dalam tahap studi kelayakan yaitu proyek di Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP) Seulawah dan PLTP Jaboi. Namun ada juga yang saat ini telah mulai beroperasi yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Meulaboh yang berkapasitas 10 MW, milik Media Group. “Sedangkan beberapa pembangkit yang lain akan segera beroperasi dalam waktu dekat ini,” katanya.

Kebutuhan listrik Aceh kini diperkirakan sebesar 233 MW, yang terjadi di malam hari. Dari jumlah itu 40% dipenuhi pembangkit yang ada di Aceh sendiri. Kekurangan daya diambil dari sistem listrik Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan sistem Sumut Aceh. “Belakangan ini beberapa wilayah di Sumatera sedang mengalami krisis listrik dan pembangkit listrik Sicanang Belawan masih mengalami perbaikan. “Akibatnya porsi listrik yang diberikan ke Aceh pun terkena imbasnya dan hasilnya adalah pemadaman bergilir,” katanya.

Jika ke-12 proyek ini semua berhasil maka akan terdapat kelebihan daya yang dapat disalurkan ke luar Aceh. “Sebab kelebihan daya tidak dapat dibiarkan mubazir, haruslah dimanfaatkan,” demikian Muchtar. t-7

PROYEK LISTRIK