Banda Aceh | Harian Aceh

Struktur RAPBA tahun anggaran 2008 yang diserahkan ke eksekutif masih menerapkan konsep defisit budget atau anggaran defisit yang diharapkan dapat tertutupi sisa lebih anggaran (silva) tahun 2007.

Juru bicara panitia anggaran DPRA, Bustanul Arifin kepada Harian Aceh, Jum’at (9/5) menyatakan perhitungan nota keuangan tahun 2007 belum dihitung dan dilaporkan, prediksi defisit tahun anggaran 2008 mencapai Rp1,868 triliun.

Menurut Bustanul, defisit RAPBA 2008 yang juga termasuk dalam pembiayaan netto karena penerimaan (revenue) Aceh lebih kecil dari pengeluaran (expenditure).”Dokumen RAPBA 2008 sudah di tangan tim anggaran pemerintah Aceh (TAPA) masih harus diharmonisasi kembali beberapa program dan nilai program sebelum dikembalikan Gubernur dalam bentuk dokumen nota keuangan RAPBA 2008,” kata Bustanul.

Nota keuangan RAPBA 2008 itu nantinya akan disahkan dalam paripurna dewan yang direncanakan akan digelar minggu ketiga Mei 2008. “Kita masih menunggu jawaban eksekutif dalam bentuk nota keuangan RAPBA 2008, untuk kita bawa dalam pengesahan sidang paripurna,” tambah sekretaris tim perumus anggaran itu.

Saat penyampaian laporan tim pada pleno anggaran, Kamis, kemarin, dia menyebutkan bahwa struktur RAPBA tahun anggaran 2008 pada posisi pendapatan Aceh sebesar Rp.6,645 triliun. Jumlah pendapatan ini sudah termasuk penerimaan dana otonomi khusus (otsus) Rp3,53 triliun dan tambahan dana hasil migas sebesar Rp2 triliun, dan penerimaan lain-lain sehingga mencapai angka Rp6,6445 triliun. Sedangkan total belanja Rp8,514 triliun.

Dengan begitu terjadi defisiit Rp1,9 triliun. Pembiayaan Aceh yang bersumber dari penerimaan sebesar Rp2,244 triliun dan pengeluaran sebesar Rp375 miliar. Kedua sumber ini merupakan pembiayaan netto yang bernilai Rp1,9 triliun. Dengan kata lain jumlah belanja Aceh adalah jumlah pembiayaan netto yakni sebesar Rp1,9 triliun.

Penyusunan RAPBA 2008, kata Bustanul, disusun dengan mempertimbangkan berbagai perubahan dan menindaklanjuti pemberlakukan UUPA nomor 11 tahun 2006. ”Panggar dewan berharap TAPA dapat meneliti kembali anggaran yang tidak rasional dan bertentangan dengan ketentuan yang ada. Karena, masih ditemuinya alokasi anggaran yang tidak sesuai dengan ketentuan dan pedoman yang berlaku, dan menyimpang dengan standar akuntansi pemerintah.

Rapat Tertutup

Sehari setelah tim panggar dewan menyerahkan berkas dokumen RAPBA 2008 dalam pleno anggaran penutupan masa pembahasan anggaran, Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) melakukan pembahasan intensif dengan beberapa kepala satuan kerja pemerintah Aceh (SKPA).

Sumber Harian Aceh, di Setda Provinsi NAD, TAPA dan beberapa SKPA mengadakan rapat pertemuan dan evaluasi secara menyeluruh di ruang kerja Wagub Muhammad Nazar. Tidak banyak informasi yang didapat dari rapat tertutup TAPA tersebut.

Kepala Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Sosial, Saifuddin Harun, yang ditemui Harian Aceh diruang kerjanya, Jum’at (9/5) sore mengaku dirinya tidak tahu dan tidak ada undangan rapat anggaran di ruang kerja Wagub.

Selaku kepala SKPA yang berada dibawah Setda NAD, dia menyatakan tidak ada acara pembahasan anggaran untuk nota keuangan yang diiukuti sepanjang Jum’at pagi hinhgga petang. ”Saya sedang fokus menyiapkan try out kafilah MTQN XXII Aceh yang akan berlaga ke Banten, ” imbuh lelaki berkacamata minus ini. lan