Lhokseumawe l Harian Aceh
Sejumlah orang yang diduga dari kepolisian dan TNI merusak satu unit rumah dan dua unit rangkang (dangau) milik petani kebun Dusun Jabal Antara, Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara. Kerugian ditaksir Rp50 juta. Sampai kini daerah itu mencekam dan tak ada warga yang berani melakukan aktivitas.
“Laporan warga saya yang merusak adalah aparat. Kejadiaannya pada pukul 10.00 WIB, 29-30 Mei lalu,” kata Kepala Dusun Jabal Antara, Anwar Abdullah, 45, kepada Harian Aceh, Selasa (3/5). Ditanya apa motif perusakaan itu, Anwar terdiam dan langsung enggan bicara. “Sudahlah,” katanya.
Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Ricky Purnama Kertapati, mengakui sudah mendengar peristiwa tersebut dan pihaknya kini sedang melakukan penyidikan dan penyelidikan di lapangan. Rcky juga tidak menjelaskan apa motif perusakan dan pembakaran tersebut.
Anwar mengungkap, selain pembakaran rumah dan rangkang, dua unit sepeda motor merek Honda, jenis super zone 700 dan 70 juga turut dibakar. Satu ekor kerbau juga mati karena tertembak.
“Kerugian petani akibat peristiwa itu mencapai Rp50 juta. Satu ekor kerbau aja udah Rp18 juta, belum lagi satu unit rumah dan dua rangkang, dimana kerugian Rp15 juta per unit, “ katanya.
Menurut informasi dari warganya, Anwar menyebut, pelaku pengrusakan merupakan petugas keamanan yang wilayah ini. Mereka datang menggunakan dua unit mobil reo ke lokasi, persisnya berada di kawasan Kilometer 33 jalan KKA. “Saya memang enggak sempat mendata akurat petani rumahnya yang dirusak, tetapi korban tersebut 100 persen memang warga saya sendiri,“ ungkapnya.
Pasca kejadian itu, aktivitas masyarakat petani yang tinggal di daerah hutan belantara tersebut menjadi terhenti. Para petani takut bepergian ke kebun, karena letusan tembakan dari arah lereng perbukitan menjadikan mereka trauma.tim