*Libatkan Densus 88 Anti-teror, Brimob, Reskrim dan Samapta

Banda Aceh | Harian Aceh
Polisi Daerah (Polda) Aceh membentuk dua tim operasi khusus kepolisian dalam upaya mengantisipasi serta memburu oknum pelaku pemberantasan pungutan liar, termasuk pungutan pajak nanggroe.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rismawan, melalui Kabid Humasnya, Kombes Pol Jodi Heryadi, menjawab Harian Aceh, di Banda Aceh, Selasa (3/6), menyatakan langkah Polda ini bertujuan mewujudkan rasa aman, tentram dan tercapainya sasaran pembangunan sesuai harapan dan tuntutan masyarakat di Aceh.
Tim penegakkan hukum pemburu pajak nanggroe yang segera melaksanakan tugas kepolisian ini terdiri dari Densus 88, Brimob, Reskrim dan Samapta. “Untuk tingkat Polda tim tersebut dipimpin langsung Dir Reskrim Polda Aceh, sementara untuk tingkat Polres operasi khusus kepolisian ini dipimpin para Kasat Reskrim yang diawasi langsung oleh Kapolres setempat dengan melibatkan semua Opsnal,” kata Jodi.
Sedangkan untuk Brimob, sebut Jodi, hanya khusus mem-back-up jajaran dalam upaya memburu oknum pelaku pajak nanggroe terhadap para pelaksana proyek pembangunan insfrastruktur dan sarana kebutuhan masyarakat di Aceh.
Kapolda Aceh, Irjen Pol Rismawan, meminta dukungan penuh masyarakat Aceh berkaitan dengan pembentukan tim operasi khusus kepolisian tersebut.
Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi tindakan oknum tertentu dalam melakukan pengutipan pajak nanggroe dan bentuk pajak lainnya yang selama ini dirasakan, terutama oleh para pelaku pelaksana proyek pembangunan.
Kapolda Aceh juga menghimbau para pelaku pelaksana proyek, baik AKA (Asosiasi Kontraktor Aceh), Gapensi maupun pejabat atau instansi sipil untuk melaporkan kepada jajaran Polri terdekat bila ada pihak-pihak yang melakukan pungli seperti itu.
Tambah Jodi, bila ada laporan, Polri akan segera merespon informasi apa pun bentuknya, termasuk SMS. “Kami harap agar dalam mewujudkan Aceh damai yang sedang kita lalui saat ini tidak ada lagi pihak-pihak tertentu yang hanya memikirkan perut sendiri atau kepentingan kelompok,” katanya.
Selain itu, Kapolda juga menegaskan agar dalam konteks Aceh damai saat ini kepada oknum pelaku untuk segera menghentikan tindakan mengintimidasi pelaksana proyek.
“Mari sama-sama kita bangun Aceh ini dengan ikhlas dan jujur dengan mengedepankan kepentingan masyarakat Aceh di atas kepentingan pribadi atau kelompok, termasuk oknum apapun, tim akan melakukan tindakan dan antisipasinya,” sebut Jodi.
Pembentukan tim operasi khusus, kata Jodi, dengan bantuan dukungan semua pihak. Tim itu akan mampu memenuhi harapan masyarakat dan terkikisnya tindakan pungutan liar atau pajak nanggroe di seluruh Aceh. “Kita optimistis, pembentukkan tim khusus itu, pengutip pajak nanggroe akan terkikis habis,” kata Kombes Pol Jodi Heryadi.bai