Seunudon | Harian Aceh
Seorang ayah dan anaknya yang masih pelajar SMP, warga Desa Merboe Puntong, Kecamatan Seunudon, Aceh Utara, menemukan bom saat sedang mengorek saluran air dekat rawa. Untungnya bom tidak meledak, dan temuan ini pun membuat masyarakat setempat geger.
Bom yang ditemukan Selasa (10/6), sekitar pukul 18.30 WIB, itu termasuk jenis low explosif (berdaya ledak rendah). Penemunya adalah Abdulah Mutaleb Saleh, 45, bersama anak ketiganya, Faudari, 18, pelajar SMP kelas III.
Bom tersebut ditemukan dekat rawa, saat Faudari sedang mengorek alur air dengan maksud menaikkan air ke kolam milik mereka yang berada persis dekat rawa tersebut.
“Saat anak saya sedang mengorek alur air, tiba-tiba tangannya meraba sebuah benda keras. Dia menanyakan kepada saya benda apa itu? Setelah saya perhatikan, saya sadar bahwa itu adalah bom. Saya langsung menyuruh anak saya naik ke atas tanggul kolam. Saya sempat berencana membakar bom itu dengan maksud mengambil besi yang berada di dalam bom tersebut, namun niat tersebut langsung saya urungkan mengigat risiko yang sangat berbahaya,” ujar Saleh.
Geusyik Desa Merboe Puntong, Adras Hasbalah, kepada Harian Aceh, Rabu (11/6) mengatakan temuan itu dilaporkan pada dirinya sekitar pukul 20.30 WIB. “Setelah itu saya menghimbau warga tidak mendekati bom tersebut. Saya langsung melapor ke Mapolsek Seunudon yang kemudian diteruskan ke Polres Persiapan Aceh Utara,” katanya.
Tidak lama kemudian, Kapolsek Seunudon, Iptu Nurzen bersama Tim Jibom Brimob Kompi Empat, Jeulekat, Lhokseumawe, langsung mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) untuk melakukan pengamanan.
Kapolres Persiapan Aceh Utara, AKBP Yosi Muhamartha didampingi Polsek Seunudon, Iptu Nurzen melalui Kanit Penjinak Bom, Brigadir Asep menghimbau kepada seluruh masyarakat, apabila ada temuan bom seperti ini tolong agar segera melapor kepada polisi jangan mengambil tindakan sendiri yang bisa membahayakan keselamatan warga”.
Asep menambahkan, bom yang ditemukan tersebut berjenis low explosive, panjangnya 50cm dengan diameter 20cm dan dengan daya ledak 100 meter serta jarak efektif 50 meter. “Jenis bom ini sering kali kita temukan di seputaran Kabupaten Aceh Utara,” ujar Asep menambahkan. zfl