Wahana Phoenix Mars Lander sukses merentangkan lengan robotiknya dalam proses yang berlangsung dua hari. Namun, para ilmuwan NASA harus menghadapi masalah konsleting pada rangkaian listrik salah satu instrumen yang dibawa robot peneliti Mars tersebut.

Masalah terjadi pada TEGA (Thermal and Evolved Gas Analyzer), peralatan yang dipakai untuk menganalisis sampel es dan tanah yang akan digali dari permukaan Planet Mars. Konsleting diketahui pada bagian kalorimeter saat dilakukan tes sebelum alat ini dipakai tiga hari lagi. TEGA terdiri dari sebuah kalorimeter yang akan mengukur seberapa besar panas yang dibutuhkan untuk melelehkan atau menguapkan sampel dan spektrometer massa yang akan mempelajari uap yang dihasilkannya. Meski demikian, konsleting tersebut diperkirakan tak menyebabkan dampak yang cukup berarti. Hal tersebut disampaikan William Boyton, dari Laboratorium Bulan dan Planet-planet Universitas Arizona, yang bertanggung jawab dalam operasional peralatan tersebut. “Kami telah menyusun strategi untuk memahami kecenderungan tersebut dan kami telah mengidentifikasi penyebabnya,” ujarnya.

Ia mengatakan para ilmuwan telah melakukan tindakan untuk mengatasinya. Phoenix akan menjalankan misi penelitian selama tiga bulan di permukaan Mars. Hasilnya diharapkan dapat mengungkap apakah sampel material yang ditemukan mendukung kehidupan.