*Polisi Tangkap Tersangka PNS Langsa

Langsa | Harian Aceh
Kepolisian Resort Langsa menangkap seorang pegawai negeri sipil (PNS) karena disangka memalsu Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang pengangkatan staf khusus. PNS ini ditangkap setelah ada laporan dari provinsi bahwa ada pemalsu SK Gubernur di Langsa.

PNS yang bekerja di Pemerintahan Kota Langsa yang ditangkap, Rabu (11/6) itu adalah Zikri Bin Adam,49, warga Dusun Setia Desa Siderejo Kecamatan Langsa Lama. Dia disangka memalsukan SK Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) No.51/281/BP/2008 tertanggal 1 Februari 2008 tentang pengangkatan staf khusus gubernur. “Dia ditangkap setelah ada informasi dari pemerintah provinsi bahwa ada oknum PNS memalsukan SK tersebut,” ungkap Kapolres Langsa, AKBP Marwan Syukur, SH.MH melalui Kasat Reskrimnya AKP Festo Ari Permana, SIK kepada Harian Aceh, di ruang kerjanya, Kamis (12/6).
Zikri ditangkap di Terminal Terpadu Langsa (TTL) di Desa Simpang Lhe, Langsa Barat, ketika akan pergi ke Banda Aceh. Zikri yang kini menjabat sebagai Kasie Penanaman Modal di Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperarindag) Langsa langsung digelandang ke Mapolres setempat.
Kapolres menjelaskan modus pemalsuan yang dilakukan tersangka yakni, SK Gubernur Provinsi NAD tersebut di scan (kopi-red) kembali sehingga tampak asli, lalu distempel kembali. Stempelnya dipinjam dari bagian Umum Sekretariat Pemerintah Provinsi Aceh.
Dia mengubah isi SK dengan cara memasukkan namanya sebagai staf khusus gubernur. Selanjutnya SK ini dipergunakan untuk memudahkan dirinya mengurus sejumlah proyek di Aceh. Dia diduga menggunakan surat sakti itu untuk mengelabui kontraktor yang ingin mendapatkan proyek harus melalui dirinya. Dengan cara itu, ia akan mendapatkan uang pelicin dari para kontraktor tersebut.
“Tetapi sejauh ini polisi masih melakukan penyelidikan siapa saja menjadi sasaran atau korban atas perbuatan tersangka tersebut,” kata Kapolres.
Berdasarkan informasi dari Provinsi NAD jajaran Polres Langsa langsung melakukan penyelidikan sembari mengumpulkan sejumlah barang bukti. “Polisi sudah mengetahui identitas pelaku dan dimana tempat ia tinggal dan bekerja.”
Awalnya polisi langsung langsung menuju ke tempat kerjanya pada Dinas Diskoperindag Kota Langsa. “Namun ia tidak berada di kantornya,” tandas Festo. “Tetapi anggota mendapatkan informasi dari sejumlah rekannya tentang keberadaan tersangka.”
Zikri akhirnya diringkus di terminal terpadu Langsa. Kini dia bersama barang bukti telah diamankan di Mapolres Langsa, untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka akan dikenai Pasal 263 Sub 266 Sub 378 KHUP tentang tindak pidana pemalsuan dengan ancaman di atas empat tahun penjara.sri