Banda Aceh | Harian Aceh
Sejumlah oknum mulai menjual nama Gubernur Irwandi Yusuf untuk memenangkan tender proyek APBA 2008. Beberapa kepala bidang dan kelapa dinas mengaku resah.

“Barusan saya ada tamu, entah darimana. Tujuannya minta proyek. Yang nggak enaknya, dia itu bawa-bawa nama gubernur kami. Kalau sudah bawa-bawa nama Irwandi itu kalau nggak kita layani, kan, nggak enak. Tapi itu jangan diekspos ya, nanti gak enak jadinya “ kata Seorang Kasubdin pada sebuah instansi Pemprov Aceh, kepada Harian Aceh, Kamis (3/7).
Menurut pejabat ini, kejadian seperti ini juga dialami pejabat lainnya yang berurusan dengan tender. Pada proyek APBA 2008, oknum yang membawa-bawa nama gubernur ini sudah mulai marak, baik di tingkat kabupaten/kota maupun di tingkat provinsi. “Kalau menjelang dibuka tender proyek, biasanya gerakan jual nama gubernur sedang marak, tahun 2007 lalu juga begitu,” katanya.
Bahkan, kata dia, ada oknum yang mendatangi Subdin minta proyek. Padahal urusan tersebut wewenang Kadis. “Mereka ini nggak tau, apa belagak nggak tahu, bahwa urusan tender ada panitianya. Di Dinas saja baru tahab membentuk panitia, eh, sudah pada kasak kusuk minta proyek,” katanya.
Gerakan oknum tertentu ini diakui sangat meresahkan sejumlah dinas. Pejabat ini mengimbau para kontraktor dan calonya untuk ikut tender sesuai aturan main. “Nggak etis, membawa-bawa nama gubernur,” katanya.t-2