sorot-mutabar-tajibayevaTajibayeva dibebaskan 2 Juni menyusul tekanan internasional. Ia telah dijatuhi hukuman delapan tahun penjara karena berbicara menentang pembunuhan warga sipil tak bersenjata dalam unjuk rasa di Andijan 2005.
Tajibayeva akan menerima penghargaan itu di Jenewa 20 November dari komisaris hak asasi manusia PBB yang baru Navi Pillay. Hal itu akan menjadi yang pertama kali ia diizinkan keluar dari Uzbekistan sejak pembebasannya.
Organisasi Dunia Melawan Penyiksaan, yang memberi dia hadiah dengan 10 kelompok hak asasi manusia lainnya, melukikan Tajibayeva sebagai “seorang wanita yang sangat berani yang telah lama membantu orang biasa untuk menemukan keadilan”.Pada malam 12-13 Mei 2005, pasukan keamanan Uzbekistan menembak ratusan demonstran damai yang keluar untuk mendukung pemberontakan di negara Asia tengah bekas Soviet itu.
Dewan HAM PBB merencanakan untuk menguji yang diduga pelanggaran di Uzbekistan itu bulan depan. Laporan Amnesti Internasional 2008 mengenai negara itu mengatakan kebebasan berekspresi telah dibatasi dengan ketat dan penyikasan meluas. “Korupsi dalam penegakan hukum dan pengadilan telah menyumbang pada iklim kebebasan dari hukuman,” kata laporan tersebut.
Kelompok HAM penting yang bersamanya mendapatkan penghargaan itu adalah Amnesti Internasional, Human Rights Watch, Human Rights First, Federasi Internasional untuk HAM, Organisasi Dunia Melawan Penyiksaan, Komisi Juri Internasional, Diakonie Jerman, Pelayanan Internasional untuk HAM, Front Line dan Huridocs.ant

Seorang pengkampanye hak asasi penting Uzbekistan, Mutabar Tajibayeva, menerima penghargaan Martin Ennals untuk Pembela HAM 2008, lima bulan setelah ia keluar dari penjara.