Indonesia DroughtBUMI makin panas saja. Kemarau tahun depan bakal dahsyat seiring dengan datangnya El Nino. Pemerintah telah menyiapkan dana Rp1 triliun khusus untuk menjaga cadangan pangan. Soal El Nino ternyata bukan soal masalah pangan saja. Sektor perkebunan dan kehutanan juga bakal mengalami problem. Apa saja?

Kemarau tahun ini memang takkan sedahsyar 2010 nanti. Tapi para petani di sejumlah daerah sudah mengalami kesulitan air. Akibatnya, ribuan hektar sawah mengalami gagal panen. “Jagung yang kami tanam akhirnya gagal panen tak ada air,” kata Masaji warga Desa Teladan kecamatan Curup Selatan, kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, beberapa waktu lalu.

Di daerah ini sudah empat bulan tidak turun hujan. Jagung yang mereka tanam pun banyak yang layu lalu mati.
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain, termasuk Pulau Jawa. Bukan hanya padi dan jagung, bahkan karena keringnya tanah, tanaman sayur dan palawija juga tidak bisa tumbuh.

Selain adanya gagal panen di tahun ini, kebakaran hutan juga mulai terjadi. Tengok saja, Kota Pelangkaraya. Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ini dipenuhi asap karena kebakaran lahan dan semak belukar.

Kota Palangkaraya diwartai kelalatu (benda hitam bekas dedaunan terbakar) yang beterbangan. Benda ini mengotori jalan-jalan serta pekarangan rumah penduduk. Bau kota Palangkaraya dipenuhi aroma benda yang terbakar.

Parahnya lagi, Malaysia, Singapura dan Bangkok juga ketiban apes. Asap dari Kalimantan dan Sumatera menyebabkan tingkat polusi di Singapura, Kuala Lumpur, dan Bangkok meningkat. Masakah kesehatan pun muncul, asap juga menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan biaya ekonomi yang tinggi.

Kondisi ini takkan gampang dihentikan. Apalagi saat El Nino datang.
Para pakar iklim memperingatkan pola cuaca El Nino sedang berkembang sehingga memperbesar kemungkinan terjadi lagi musim kering dan kebakaran hutan di Indonesia dan Australia.

Peralihan iklim juga akan merupakan berita buruk bagi para petani karena udara yang lebih kering akan datang pada waktu musim panen.

Pola El Nino terjadi saat perairan tropis di bagian Timur Samudera Pasifik bertambah panas secara tidak wajar. Pada gilirannya pergerakan uap air dan udara yang lebih panas itu menyebabkan timbulnya kondisi yang lebih kering di sejumlah kawasan Asia Pasifik.

Badan meteorology Australia mengatakan dampak dari El nino pada Juli 2009-Februari 2010 akan moderate, sementara US NOAA memprediksi moderate to strong. Badan meteorology Indonesia menerbitkan laporan El Nino yang lengkap dan memprediksi episode yang lemah, mirip dengan El Nino pada Mei 2004-Maret 2005 lalu.

Dr. Andrew Watkins, pakar senior dari Biro Meteorologi Australia menyebutkan temperatur permukaan laut bertambah panas daripada biasanya di Samudera Pasifik, baik di permukaan maupun di bawahnya. Hal ini menyebabkan terjadinya musim dingin dan musim semi yang lebih kering daripada kondisi-kondisi normal di Australia bagian timur dan juga di beberapa wilayah Asia, seperti Indonesia dan negara-negara lain. “Udara lebih kering daripada biasanya dan ini memperbesar kemungkinan kebakaran hutan,” tambahnya.

Berdasarkan pola curah hujan sebelumnya ketika terjadi El Nino dan prediksi temperatur air pada September 2009, Sumatera adalah area yang paling terlindungi, khususnya ke Utara, mulai dari Riau hingga Aceh. Sementara area yang paling terkena imbas El nino adalah Selatan dari Riau, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Menneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta memperkirakan, upaya mengatasi kemungkinan terjadinya El Nino pada 2010 akan menaikkan defisit anggaran 2010 menjadi sekitar 1,7 persen dari PDB. “Kalau kita mengacu ke pengalaman tahun 1997, saat itu kita harus mengimpor beras sampai 5 juta ton,” katanya.

Ia menyebutkan, sejak Maret 2009 lalu Presiden sudah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai sumber daya air termasuk kaitannya dengan perkiraan terjadinya El Nino 2010.

Kini sudah dibentuk Panitia Ad Hoc untuk membahas berbagai hal yaitu kebijakan sumber daya air itu sendiri, kebijakan soal wilayah sungai, dan kebijakan soal daerah aliran sungai.

Melalui Perpres itu, Presiden juga memerintahkan kepada sejumlah pihak untuk membuat infrastruktur untuk kepentingan sektor pertanian. Itulah yang antara lain akan mendorong defisit meningkat.

Dampak El nino Tidak hanya menyangkut masalah pangan (beras) saja karena berbagai kemungkinan juga bisa terjadi karena musim kering yang berkepanjangan itu, termasuk masalah kesehatan.

Khusus mengenai pertanian, Menteri Pertanian Anton Apriantono menyatakan para petani harus memiliki kalender tanam yang akurat. “Kepala daerah dan pihak lainnya bisa saling membantu mensosialisasikan program tanam akurat pada petani sehingga mampu meminimalisir fenomena gagal panen karena kekeringan,” katanya.

El Nino bisa menghambat upaya memelihara dan meningkatkan kesejahteraan rakyat pada 2010. Itu sebabnya pemerintah perlu berjuang dengan tetap dmempertahankan daya beli dipertahankan, inflasi dikendalikan sehingga kemungkinan berbagai program untuk memperkuat daya beli masyarakat yang sifatnya ad hoc juga disiapkan.

Perkiraan menurunnya curah hujan akan mendatangkan tekanan yang lebih besar terhadap para petani yang saat ini saja sudah berjuang menghadapi musim kering yang panjang.

Juga ada keprihatinan bahwa produksi minyak kelapa sawit dan karet di Indonesia, Malaysia, serta Thailand akan terpengaruh oleh pola El Nino tersebut.

Dampak buruk El Nino pernah dialami Indonesia pada tahun 1977, 1997 dan 2003 yakni ditandai musim kemarau dan udara panas yang panjang, sehingga menurunkan produk pertanian yang menjadikan harga bahan makan menjadi naik dan inflasi juga tinggi.

El Nino tahun ini dikhawatirkan mengganngu proses pemulihan krisis global yang ditandai proses pemulihan ekonomi di Amerika Serikat.

Kendati demikian, pada tahap ini para ilmuwan bidang iklim mengatakan dampak El Nino yang akan terjadi kemungkinan tidak akan seburuk yang Tahun 1990-an.

Saat itu ratusan orang tewas ketika musim kering yang dahsyat melanda berbagai wilayah Asia dan Australia, sementara hujan lebat dan banjir merendam kawasan Amerika Selatan.baca juga

miftah_yusufpati@liranews.com