Mengemis itu haram. Tapi pengemis ada di mana-mana. Mengemis oleh sebagian orang dianggap sebagai cara modern paling efisien untuk menghasilkan uang. Di AS dikenal Jason Pancoast dan Elizabeth Johnson, yang mampu mengeruk uang US$800 atau nyaris Rp 8 juta sehari. Di Sydney, Australia, mengemis dilakukan oleh kaum homeless. Seorang pengemis hanya perlu duduk 16 jam per hari sambil menengadahkan tangannya di kawasan ramai di daerah George and Market Sydney CBD dapat mengumpulkan uang Rp 3 jutaan.

Mengemis bukan lagi sebuah cara untuk mendapatkan makan atau bertahan hidup di China. Cara ini sudah menjadi pekerjaan rutin setiap harinya. Pendapatan para pengemis ini mencapai 20 sampai 100 yuan, atau setara dengan Rp 30.000-150.000 sehari, dalam sebulan mereka bisa mendapatkan lebih dari Rp 4 juta.

Lain lagi di Arab Saudi. Seorang pengemis pria mengatakan biasanya ia meninggalkan istri dan anak perempuannya di depan mesjid untuk meminta-minta. Dalam sehari ia bisa mengumpulkan uang sebanyak 300 riyal, atau setara Rp 700 ribu. Jadi dalam sebulan pengemis itu mampu mengumpulkan uang lebih dari Rp 15 juta. Bahkan ada seorang pengemis yang tertangkap dan ketahuan menyimpan uangnya sebanyak US$ 19.300 setara Rp 220 juta.

Di Maroko, seorang pengemis perempuan, 63 tahun, mempunyai rekening tabungan di bank 320.000 dirham, atau setara dengan Rp 332 juta. Dia juga mempunyai perhiasan dan rumah mewah.

Di Indonesia ada Cak To. Pengemis berdarah Madura ini beroperasi di Surabaya. Dia memiliki 2 sepeda motor, sebuah mobil CR-V dan empat rumah. Sejak tahun 2000, Cak To tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantongnya. Penghasilan yang ia dapat Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari.

Semua contoh tadi adalah pengemis dengan pakaian gembel yang menadahkan tangan di keramaian atau mendatangi dari pintu ke pintu. Fakta ini mengungkap ternyata peminta kadang lebih kaya dari yang memberi.

Profesi mengemis bisa dilakukan siapa saja. Pengusaha dan pejabat, penegak hukum bisa menjadi pengemis. Pengemis kategori ini bila gagal meminta seringkali berubah menjadi pemeras dan perampok.